Sabtu, 12 Mei 2012

jekikom
Oleh ; Jekcson D. Wiyai. I
WIYAI MANA_Kabupaten Deiyai sedang di heboh dengan berbagai masala di kalangan Masyarakat Deiyai maupun di kalangan para Elit-elit Politik Kabupaten Deiyai, maka itu pihak Pemerintah Propinsi papua (jayapura) dan Pemerintah Pusat (jakarta) perlu mengontorol situasi dan kondisi tentang kinerja birokrasi Pemerintahan di Kabupaten Deiyai Tigi Waghete, namun karena permasalahan tersebut salah satu Faktor penghambat Pembangunan di Kabupaten Deiyai.





Kabupaten Deiyai merupakan salah satu Kabupaten baru kemarin di mekarkan Pada Tanggal 16 September 2009 berdasarkan UU No. 8 tahun 2008. Yang kini terletak di bibir Danau Tigi (Wakeite). Daerah tersebut kini di heboh dengan berbagai konflik di intereng Rakyat Deiyai itu sendiri, Ketika melihat situasi di area Deiyai hal ini sedang di ambang kecauwan antara para Pejabat-Pejabat maupun di kalangan Masyarakat deiyai , namun untuk itu engkau saya sebagai putra daerah Deiyai, maka itu perlu mengevalusikan tentang kondisi dan keadaan di daerah Deiyai. Karena “Kalau bukan sekarang kapan lagi, Kalau bukan kita siapa lagi” ini adalah salah keharusan bagi putra Daerah Deiyai untuk kepedulian terhadap dampak buruk yang sedang hadapi oleh Orang Deiyai itu sendiri.


Konflik horinzontal menantang Orang Deiyai, yang mana kemarin terjadi antara pendukung Tim buta Huruf dan pendukun Bupati karateker “(Bpk Blasius Pakage)”, ini adalah suatu Misteri dan/atau kronologis yang menghancurkan kesatuan persatuan Masyarakat Deiyai, maka itu Para kaum intelektual deiyai yang sudah terpelajar perlu memberikan pemahaman kepada Masyarakat Deiyai untuk memahami tentang Demokrasi Pemerintahan yang sebenarnya, namun karena ini adalah suatu peran yang harus musti berperang demi perdamaian konflik di Deiyai.

Ketika ada permasalah di daerah Deiyai, sebagai Mahasiswa Deiyai dan Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) perlu terlibat dan mengambil tindakan dan/atau solusi dalam kondisi tersebut, kalau apabila kaum intelek Deiyai tidak berperang dalam keadaan dan/atau kondisi tersebut siapa yang akan peduli terhadap keadaan dan kondisi yang terjadi di lingkungan pemerintahan Kabupaten Deiyai.

Pada tahun lalu konflik terjadi antara Tim buta huruf dan Bupati karateker, pada saat itu seorang (Yusuf Edowai) dari tim buta huruf kehilangan nyawa (Meninggal Dunia), maka itu hal ini menjadi salah satu hal ini yang mengemosionalkan bagi Tim tersebut, Kronologis ini terjadi karena kepentingan para Elit-elit politik di Kabupaten Deiyai, di samping itu para putra daerah Deiyai juga membentuk Kubuh-kubuh dan/atau tim gelap untuk mencari kepentingan jabatan bagi mereka sendiri, maka itu sebagai kaum intelek Deiyai harus bersikap tegas dengan keadaan tersebut, namun, karena hal ini membuat keterlambatan pembangunan Kab. Deiyai.

Pembangunan jangka Pendek di Kabupaten Deiyai telah gagal total, karena konflik horinzontal dan, karena kepentingan para elit-elit politik di Kabupaten Deiyai, seharusnya dalam hal ini Pemerintah Propinsi dan Pemerintah pusat juga musti mengontor Daerah-Daerah pemekaran kabupaten baru dalam hal mengawasi pembangunan jangka pendek selama Bupati karateker berputar di Daerah tersebut, namun karena kabupaten yang baru di mekarkan ibaratnya seperti “anak yang baru di lahir”, untuk itu perlu ada binaan Serius terhadap Daerah tersebut untuk memajukan pembangunan jangka pendek selama karateker bergulir di Daerah tersebut.

Sistim Pemerintahan Indonesia yang sedang terapkan di Propinsi Papua dan Propinsi Papua Barat ini tidak cocok bagi orang Papua, maka itu perlu di rubah, namun sistem tersebut menghancurkan kesatuan-persatuan bagi Orang asli papua dan papua barat. sistim pemillihan kepala Wilaya dan kepala Daerah pemilihan tersebut di pilih langsung oleh Rakyat sendiri, Akhirnya secara psikologis akan muncul Suku Is famili Is, hal ini menuju pada ambang kehancur bagi Orang asli papua. Dalam hal ini permerintah Pusat juga perlu melihat apa yang sedang dampak terhadap sistim Birokrasi Pemerintah di Tanah papua lebih khusnya di Kabupaten Deiyai.


Dalam hal ini orang Papua berpikir bawah Pemerintah Indonesia sedang menghancurkan kesatuan-persatuan orang asli Papua dalam kinerja birokrasi Pemerintah setempat maupun dalam kehidupan sebagai Manusia Sosial. Orang Papua menyadari bawah Otomi khusus adalah solusi bagi rakyat untuk memperbaiki nasib dalam berbagai aspek kehidupan orang, tetapi otonomi khusus yang di berikan oleh Pemerintah pusat kepada Rakyat Papua telah Gagal Total, akhirnya orang papua menuntut kepada pemerintah adalah Merdeka (Referendum), namun karena, Merdeka adalah solusi bagi Rakyat papau untuk bebas dari berbagai konfik di kalangan Orang asli Papua dan untuk mengatur nasibNya sendiri.

Hemat saya,” Tahun 20-an ke depan Rakyat Papua hilang dari negri Papua, namun karena Militer Indoneia selalu membunuh, mangintimidasi, mengtelor, Memerkosa Rakyat Papua dari sejak Papua gabung ke NKRI melalui PEPERA 1969. Dan dengan hanya kepentingan saja Masyarakat Deiyai tidak ada kesatuan persatuan,
Categories:

0 komentar:

Poskan Komentar